Berbagai Latar Belakang Wanita Mengenakan Jilbab


“Tidak semua wanita adalah seorang muslimah”
(Asma Nadia-Penulis Novel)

Tidak semua wanita Islam di dunia ini mengetahui pernyataan tersebut. Maksud dari kutipan tersebut adalah sudah sangat jelas, yaitu tidak semua wanita Islam dapat disebut sebagai muslimah. Bahkan ada yang mengatakan bahwa semua wanita yang ada di bumi ini belum tentu dikatakan telah menjadi wanita yang sesungguhnya. Mengapa seperti itu?

Terdapat sebuah pernyataan yang menyebutkan, “Wanita yang sesungguhnya adalah wanita yang sudah menjadi seorang muslimah”. Untuk menjadi seorang muslimah itu sendiri, sudah tentu wanita tersebut beragama Islam, agama yang telah dianjurkan oleh Allah SWT kebenarannya. Namun, belum tentu pula semua wanita Islam dapat dikatakan sebagai seorang muslimah atau wanita yang sesungguhnya, jika mereka belum mengenakan jilbab/hijab.

Allah SWT telah menuliskannya dalam Al-Quran sebagai perintah untuk umat manusia, khususnya para wanita untuk diwajibkan menutup auratnya dengan mengenakan jilbab.

“Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dada mereka, dan janganlah menampakkan perhiasan mereka”. (QS. An-Nur; 31)
“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. (QS. Al-Ahzab; 59)

Dari dua firman-Nya tersebut sebenarnya sudah cukup jelas, bahwa semua wanita Islam di bumi ini seharusnya mengenakan jilbab. Namun, tidak semua wanita Islam telah melaksanakan perintah Tuhan-nya tersebut.

Latar belakang atau motivasi para wanita untuk mengenakan jilbab atau mulai menutup auratnya juga beragam. Dari berjuta-juta wanita yang mengenakan jilbab, telah diambil sebanyak 31 orang mahasiswi dari berbagai Perguruan Tinggi di Surabaya untuk dijadikan sample, dengan pertanyaan yang diajukan kepada mereka sebagai berikut, “Sejak kapan mulai mengenakan jilbab dan apa motivasinya atau bagaimana asal mula mengenakan jilbab?”.

Dari sample yang telah diambil, mayoritas mengenakan jilbab bermula dari sebuah nazar atau sebuah janji kepada Allah SWT atas terpenuhinya sesuatu yang diinginkan. Kebanyakan nazar mereka adalah “mengenakan jilbab jika diterima di Perguruan Tinggi Negeri yang diinginkan”.

Ada pula yang mengenakan jilbab karena terinspirasi oleh orang lain. Diantaranya ada yang hanya sekedar tertarik ketika melihat teman sebayanya berjilbab, lantas mereka terdorong untuk mengenakannnya juga. Namun, ada pula yang bermula dari tertarik melihat para wanita yang berjilbab, kemudian berfikir bahwa jika yang lain saja bisa menutup aurat mereka dari sekarang, mengapa dia tidak? Dan rasanya tidak ingin memakai jilbab namun harus menunggu untuk membenahi diri dan perilaku terlebih dahulu sebelum mengenakan jilbab. Wow, hebat bukan?

Namun, sebagian besar alasan mereka memakai jilbab selain karena nazar/berjanji, adalah karena hanya keinginan semata yang timbul secara tiba-tiba. Ada pula yang karena tuntutan sekolahnya yang memang mewajibkan memakai jilbab karena memang kebetulan mereka bersekolah di sekolah Islam. Dan cukup banyak dari mereka yang mamakai jilbab bukan dari hati, namun karena paksaan/tuntutan saudara dan orangtua.

Selain itu, banyak pula yang memakai jilbab karena sudah menjadi kebiasaan dari kecil atau sejak lama yang sudah terbiasa dengan sekolah Islam sejak TK, SD atau SMP. Dan hanya ada satu orang yang mengenakan jilbab karena ajakan teman. Bukankah seharusnya seperti itulah teman yang baik, menyadarkan dan mengajak kebaikan pada orang lain.

Tidak ada satupun makhluk-Nya yang sempurna di dunia ini. Walaupun Tuhan telah memberikan petunjuk, perintah dan larangan yang jelas tentang kehidupan manusia di bumi ini. Namun, segala sesuatunya terserah pada mereka sendiri untuk memilih dan menjalani hidupnya. Semoga semakin banyak wanita Islam yang benar-benar telah menjadi wanita/muslimah yang sesungguhnya, dengan niat yang baik, dari hati dan mendapatkan hidayah-Nya sebelum kembali pada-Nya. Amin.

Posted on 20 Maret 2012, in Artikel. Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. bagus kak latar belakangnya :)

  2. jilbab adalah lambang muslimah….
    keep spirit mbak…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

dunia gradien

Just another WordPress.com weblog

Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur

Astry Craft

CrEaTive iMaGinAtioN

dimasgoblogdotcom

Just another WordPress.com site

Olives' Diary

“Menulis dapat menghilangkan rasa sesak di dada. Pindah ke Pluto mampu menghilangkan semua rasa sesak di Bumi. Terus menulis sampai pesawat menuju Pluto itu datang”

Pustaka Eidariesky

Syariah, Tarbiyah, Tutorial & Informasi

Pithecantropus...

Fatwa Absurdius Puitica Shalalala

nadiasnotes

karena menulis catatan bagaikan mengikat kuda agar tidak meninggalkan pemiliknya

StoryTeller

---Enjoy my story---

#DearBooks Project

It's from you. For Everyone.

MY OWN WORLD

A BLOG ABOUT ORDINARY GIRLS WORLD

Saffa' | Inspiration

Informasi | Beasiswa, Pendidikan, Lowongan Kerja CPNS 2014, BUMN, Bank

sarungbiru

Santri Ingin Berbagi

Termos Kuaci

I post about random, mbuh, and sakkarepku

astitirahayu's bLog (1447)

MaRii SaLing bErBaGi iLmu dSiNii

Sketch's Blog

Just another sketching site

My Humz… My share place

Tiada hari tanpa bersyukur

WordPress.org Apps

WordPress at your fingertips

WordPress.com News

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.100 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: