KETIKA CINTA

Ketika cinta datang,

Menyapamu dalam sayup-sayup lembut sang bayu,

Membuaimu dengan kesejukan dalam kalbu,

Menghampiri di setiap rindu dan di celah-celah mimpi,

Membangun asa begitu tinggi,

Hingga ke langit tempat para bidadari.

 

Ketika cinta singgah,

Warna akan selalu menyibakkan nestapa,

Menenggelamkan kelam di tengah malam,

Ukirkan senyum di setiap langkah,

Hingga terlupa akan segala derita yang pernah ada.

 

Ketika cinta menggema dalam sukma,

Hanya ia yang kau sebut namanya,

Dan kau seakan terbang ke angkasa,

Bebas,

Lepas,

Bahagia bersama tawa tanpa cela.

 

Namun bukankah setiap yang ada akan tiada,

Dan yang datang pasti akan pergi,

Kini, ketika cinta pergi,

Relakan ia terbang tinggi,

Tak peduli meski tinggalkan perih,

Tinggalkan jiwa berlumur duka,

Dan sejuta tanda tanya.

 

Ketika cinta pergi,

Meninggalkanmu bersama mimpi yang belum sempat kau raih,

Menghempaskanmu bersama asa yang telah membumbung tinggi,

Sesungguhnya cinta hanya ingin berkata,

“Aku hanya singgah tuk warnai cerita anak manusia,”

Tak terkecuali engkau. Namun jika aku mendadak pergi”,

Walau kau masih terlena dengan sejuknya bagai embun pagi,

Bangun! Sadarlah bahwa ini hanya cerita.

Semua ini hanya warna. Tak nyata. Aku akan kembali lagi nanti.

Mungkin dengan ritme yang sama. Aku datang lalu akan pergi.

Sampai tiba saatnya nanti, Rabb-ku mengutusku untuk tetap di sana,

Di dalam hatimu. Menemani dan menghiasi hidupmu hingga ragamu kan jadi abu.”

 

Terjawab sudah segala tanya,

Resah,

Dan gundah yang ada,

Ketika cinta pergi, lepaskanlah,

Karena tak akan ada yang abadi di setiap sudut bumi ini,

Kecuali Tuhan Yang Maha Memiliki.

 

Jika hari ini tak selaras dengan mimpi,

Bangun dan berdirilah,

Siapkan kakimu tuk kembali melangkah,

Karena kisah tak akan berhenti dengan tanda tanya.

 

Terbanglah,

Jauh hingga menembus langit ke tujuh, bila perlu,

Siapkan jiwa untuk bertemu dengannya lagi,

Sampai cinta benar-benar membuatmu berhenti,

Ketika Tuhan telah mempertemukanmu dengan belahan jiwa,

Yang dicari selama ini.

 

Teruslah berlari,

Teruslah mencari,

Hingga langkah dan waktu yang kan membawamu berhenti pada akhir yang kau ingini.

 

Surabaya, 16 September 2012.

(Posted by Nuni رحموت )

Posted on 16 September 2012, in Kumpulan Puisi, Loves. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

dunia gradien

Just another WordPress.com weblog

Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur

Astry Craft

CrEaTive iMaGinAtioN

dimasgoblogdotcom

Just another WordPress.com site

Olives' Diary

“Menulis dapat menghilangkan rasa sesak di dada. Pindah ke Pluto mampu menghilangkan semua rasa sesak di Bumi. Terus menulis sampai pesawat menuju Pluto itu datang”

Pustaka Eidariesky

Syariah, Tarbiyah, Tutorial & Informasi

PITHECANTROPUS

Fatwa Absurdius Puitica Shalalala

StoryTeller

---Enjoy my story---

#DearBooks Project

It's from you. For Everyone.

MY OWN WORLD

A BLOG ABOUT ORDINARY GIRLS WORLD

Saffa' | Inspiration

Informasi | Beasiswa, Pendidikan, Lowongan Kerja CPNS 2016, BUMN, Bank

sarungbiru

Santri Ingin Berbagi

Termos Kuaci

I post about random, mbuh, and sakkarepku

astitirahayu's bLog (1447)

MaRii SaLing bErBaGi iLmu dSiNii

Sketch's Blog

Just another sketching site

My Humz… My share place

Tiada hari tanpa bersyukur

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d blogger menyukai ini: