A LETTER FOR MOM

Untuk Ibu, wanita terhebat sepanjang hidupku…

Aku lahir dari rahimmu, di 20 tahun yang lalu. Perjuanga yang tak pernah kutahu saat melahirkanku, membuatku bertanya dalam hati, “bisakah aku membayar pengorbanan sebesar itu?”.

Ibu, setiap kusebut namamu, tak pernah sekalipun air mata ini mengering. Setiap memikirkanmu, tak jarang sukmaku bergejolak, ragaku melemah, dan bibirku membisu. Karena, di setiap kusebut nama dan kubayangkan wajahmu, derai air mata cukup sebagai saksi bahwa aku tak tahu akan apa yang harus kulakukan untuk membalas semua jasamu.

Aku lahir dari seorang wanita yang tak sempurna, wanita biasa dari keluarga sederhana dan tanpa pendidikan yang seharusnya. Ibu, kau sudah cukup menderita akan masa lalumu, namun kau tak pernah menyerah. Atas cinta-Nya, kau dapat berdiri tegar, menatap masa depan, dan siap menjemput perubahan. Pergi dari masa lalu untuk membawa mimpi yang begitu tinggi dan tentu selalu bermunajat pada-Nya tiada henti.

Aku dibesarkan dengan sebuah mimpi dari seorang wanita yang tak akan pernah membiarkanku merasakan derita sepertinya. Ibu, kau ada bukan dari sebuah keluarga yang kaya-raya. Namun, tekadmu berhasil membuktikan pada dunia, bahwa “tak ada yang tak mungkin bagi-Nya”. Ibu, kau tak pernah berhenti mengejar mimpi, menyekolahkanku hingga ke pendidikan yang tinggi. Karena, kau tak akan membiarkanku sepertimu, dulu.

Aku tumbuh besar dari kasih sayang dan perjuangan seorang wanita mulia, calon penghuni Surga-Nya kelak. Aamiin. Ibu, kau membesarkanku dengan agama dan akhlak yang baik, kau memicu semangatku untuk selalu berprestasi demi mencapai masa depan yang tak hanya sebatas asa. Ibu, aku begitu mencintai dan menghargaimu. Aku tak dapat menggambarkan sosok hamba-Nya yang begitu hebat dan kuat sepertimu. Dan tak cukup pula rangkaian kata-kataku untuk ungkapkan betapa besar terima kasihku padamu.

Ibu, aku ingat betul, dulu, saat kita masih tinggal di sebuah rumah kecil, tak mewah seperti saudara-saudaramu yang lainnya. Dan ketika itu pula kau tak dapat membelikanku mainan sebanyak dan semewah saudara-saudaramu di sana, yang masih bisa menari dan tertawa di atas air matamu. Tetapi, kau pasrahkan semua pada Dzat Yang Maha Sempurna. Seiring berjalannya waktu, rupanya sangat mudah bagi-Nya untuk merubah kenyataan yang ada. Kini, kita dapat tinggal di rumah yang lebih indah, menikmati hari dengan tawa riang bersama. Semua ini karena kerja keras dan do’amu, Ibu. Semua perubahan ini, karena kekuatan-Nya yang Ia titipkan padamu untuk mewujudkan mimpimu.

Semoga aku tumbuh menjadi wanita mulia, kuat, dan sehebat dirimu, Ibu. Tak jarang disela-sela waktuku, aku lemah membisu. Air matalah yang cukup menunjukkan kegalauanku, ketika bibirku tak lagi sanggup berucap kata. Ibu, sudah 20 tahun ini aku belum juga dapat membalas semua jasamu. Aku belum juga dapat membanggakanmu. Harus bagaimana untuk membayar semua pengorbananmu? Sepertinya, jawaban beberapa dari sejuta tanyaku itu adalah: sampai akhir hayat pun, aku tak akan pernah bisa melunasi semua itu. Maka, hanya Surga-Nya yang pantas sebagai hadiah untuk semua pengorbananmu selama ini.

Ibu, aku mulai beranjak dewasa, yang kelak akan merasakan betapa beratnya berada di posisimu. Namun, aku masih saja gelisah. Sebelum aku tumbuh menjadi seorang ibu sepertimu, aku masih punya mimpi yang begitu tinggi. Aku ingin membanggakanmu, membuatmu tersenyum dan berucap syukur karena telah melahirkan anak sepertiku. Aku tak ingin membuatmu menangis karena terluka olehku, tapi aku ingin air mata itu sebagai ungkapan bahagiamu atas indahnya masa depanku, seperti yang kau inginkan sejak dulu. Namun, sungguh, aku tak tahu apakah aku bisa mewujudkan semua itu?

Ya Rabbi, semoga aku bisa menjadi “Cahaya Mata” untukmu ibu, seperti do’a yang kau berikan pada namaku. Semoga aku bisa membuat matamu berbinar bahagia karena bangga padaku. Ibu, terima kasih untuk segala yang kau beri. Semoga Allah selalu melimpahkan cinta-Nya untukmu, seperti cintamu padaku yang tak bertepi. Dan tunggu aku beberapa tahun lagi, yang akan meraih cita-cita dan membuatmu bangga seperti mimpiku selama ini. Aamiin Ya Rabbal Alamin.

  1. Amin…
    Terima kasih Mak udah memberiku kesempatan untuk melihat dunia ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

dunia gradien

Just another WordPress.com weblog

Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur

Astry Craft

CrEaTive iMaGinAtioN

dimasgoblogdotcom

Just another WordPress.com site

Olives' Diary

“Menulis dapat menghilangkan rasa sesak di dada. Pindah ke Pluto mampu menghilangkan semua rasa sesak di Bumi. Terus menulis sampai pesawat menuju Pluto itu datang”

Pustaka Eidariesky

Syariah, Tarbiyah, Tutorial & Informasi

PITHECANTROPUS

Fatwa Absurdius Puitica Shalalala

StoryTeller

---Enjoy my story---

#DearBooks Project

It's from you. For Everyone.

MY OWN WORLD

A BLOG ABOUT ORDINARY GIRLS WORLD

Saffa' | Inspiration

Informasi | Beasiswa, Pendidikan, Lowongan Kerja CPNS 2016, BUMN, Bank

sarungbiru

Santri Ingin Berbagi

Termos Kuaci

I post about random, mbuh, and sakkarepku

astitirahayu's bLog (1447)

MaRii SaLing bErBaGi iLmu dSiNii

Sketch's Blog

Just another sketching site

My Humz… My share place

Tiada hari tanpa bersyukur

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d blogger menyukai ini: